Saat pertama dia hadir di hidup ini, datang dengan berjuta cahaya indah yang selalu menerangi hidupku, saat aku
mencoba untuk memikirkannya.
Hari-haripun semakin bersinar dan kian
berwarna saat dia menghiasi setiap langkah kakiku. Hidup terasa begitu indah, dan senyum selalu terlukis indah di
wajah ini.
Mendungpun yang menyelimuti dunia tak mampu
menghalangi cerahnya mentari yang masuk
ke dalam hati.
Seakan memiliki sayap indah melebihi
kupu-kupu,, untuk terbang mengarungi indahnya taman bunga.
Menyatu dengan desiran angin yang tak henti
menyapu wajah ini dengan lembut.
Kini, keinginan untuk memeluk gunung telah
tercapai, dia bersama dengan ku, menemani setiap detik dalam hidupku. Semua
sedang dimulai, memulai untuk saling memahami dan mengasihi.
Hari-hari yang dilewati semakin indah,
seindah pelangi yang menghiasi langit yang tadinya kelabu oleh hujan. Semakin hari-semakin bertambah kasih dan
sungguh-sungguh terjatuh dalam perasaan yang begitu mendalam di hati ini.
Namun ketika keraguan telah hadir, semua
akan menjadi berubah
Keraguan yang mungkin membuat suasana
menjadi tak nyaman, bagaikan terangnya bulan yang di selimuti awan gelap di
saat cahaya bulan begitu terangnya menyinari bumi ini.
Saat kekecewaan etlah tergores di perasaan
yang halus ini, mungkinkah masih ada secerca kepercayaan yang masih tersisa
lagi.
Hati yang dulunya bagaikan bunga, mekar
merona akan kah layu dan menguncup untuk eslamanya, atau kah bunga itu akan
bertahan hanya dengan setetes air saja, atau mungkin juga hanya akan meyisakan tetesan air mata..
Dia datang, menetap, dan kadang pergi
dengan begitu cepat. Namun, kenangan akan kehadirannya takkan terlupakan di
hati dan pikiran ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar